Gua Mau Nikah. Tapi Bukan Buat Kabur
Bukan anti nikah. Gua cuma nggak mau menjadikan nikah sebagai jalan keluar dari hidup yang belum beres.
18 catatan dari perjalanan hidup yang absurd.
Bukan anti nikah. Gua cuma nggak mau menjadikan nikah sebagai jalan keluar dari hidup yang belum beres.
Di dunia yang sibuk ngejar ‘nanti’, gua lagi belajar pelan-pelan hidup di ‘sekarang’.
Filmnya tentang nunggu sukses. Gua nangis karena sadar, gua juga lagi di fase itu.
Tentang capeknya pertemanan yang penuh drama, dan belajar memilih siapa yang benar-benar tinggal.
Tentang berhenti dari sosial media, tapi ternyata yang dihindari bukan orang lain.
Tentang lebaran yang sunyi, harapan yang ditunda, dan mimpi kecil punya keluarga sendiri.
Catatan orang dewasa yang kelihatannya jalan di tempat, padahal muter jauh.
Catatan hidup absurd tentang lahir di Arab, jatuh dari kereta bayi, dan keinginan sederhana untuk di-install ulang.
Tentang ojol yang curhat, salah terminal, kuping sakit pas take-off, dan side quest hidup yang lebih berkesan dari tujuan.
Tentang makan sendiri, ngopi sendiri, dan nonton bioskop sendiri—hal kecil yang ternyata butuh keberanian.
Tentang umur kepala tiga, usaha yang jalan, dan rasa hampa yang datang tanpa undangan.
Ketika negara terasa seperti game online, rakyat jadi NPC, dan adminnya kebanyakan pakai cheat.
Tentang dating apps, chat absurd, dan match yang hilang sebelum sempat dimulai.
Cerita tentang minder pendidikan, usaha yang gagal satu-satu, dan belajar ketawa sama diri sendiri.
Tentang bahasa ciptaan sendiri, teori konspirasi receh, dan cara absurd manusia bertahan hidup.
Cerpen kampus tentang ujian, kepanikan, dan hidayah yang datang dari arah tak terduga.
Kisah mahasiswa, kantin kampus, dan misteri emosi yang datang tanpa sebab yang jelas.
Cerita tentang pulang nebeng, panik motor hilang, dan kenyataan pahit bahwa masalah hidup kadang cuma karena lupa.
Ngopi ngapa ngopi,
ngelamun aja liatin layar kosong.