Padli.
← Kembali

Bu, Tolong Tunggu Aku Sedikit Lagi

· 2 menit baca
Bu, Tolong Tunggu Aku Sedikit Lagi

Aku ingin membuat Ibu bahagia.

Sungguh.

Bukan karena kewajiban.

Tapi karena aku tahu betapa banyak yang sudah Ibu korbankan untukku.


Beberapa waktu lalu aku mendengarkan lagu Ibu karya Pidi Baiq.

Entah kenapa lagu itu membuatku diam cukup lama.

Bukan karena melodinya.

Tapi karena aku tiba-tiba teringat satu hal yang selama ini sering aku lupakan.

Bahwa sejak aku lahir,

ada satu orang yang selalu menyebut namaku dalam doanya.

Satu orang yang selalu khawatir ketika aku pulang terlambat.

Satu orang yang tetap percaya kepadaku,

bahkan ketika aku sedang kehilangan kepercayaan pada diriku sendiri.


Dan semakin dewasa,

aku semakin sadar bahwa hidup ini tidak selalu tentang pencapaian.

Tidak selalu tentang siapa yang lebih cepat sampai.

Tidak selalu tentang siapa yang lebih sukses.

Kadang hidup hanya tentang masih punya kesempatan duduk bersama ibu,

mendengar ceritanya yang mungkin sudah pernah diceritakan berkali-kali,

dan tetap bersyukur karena suara itu masih ada.


Ada satu kalimat yang akhir-akhir ini sering berputar di kepalaku:

Al-hubbu awwaluhu dzikrun wa aakhiruhu fikrun.

Cinta dimulai dengan mengingat.

Dan berakhir dengan memikirkan.


Mungkin itu sebabnya aku sering memikirkan Ibu.

Bukan karena aku sedang jauh.

Bukan karena aku sedang kehilangan.

Tapi karena aku sadar,

masih banyak hal yang ingin aku lakukan sebelum waktuku dan waktu Ibu habis begitu saja.


Hanya saja…

jalanku ternyata lebih lambat dari yang kubayangkan.

Lebih banyak tersesatnya.

Lebih banyak diamnya.

Lebih banyak jatuh dan bangunnya.


Suka tulisan ini?

Kasih tepuk tangan biar admin semangat!

Baca Juga

Disimpan

Ngopi ngapa ngopi,
ngelamun aja liatin layar kosong.